DEKAI — Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Tunas Papua secara resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Angkatan II di Dekai. Rangkaian kegiatan diawali dengan masa Pra-PKKMB pada 24 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan agenda utama pada 25–28 Agustus 2026.
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Yonas Aluwa, S.T., menyampaikan bahwa pelaksanaan seluruh tahapan PMB hingga PKKMB berjalan sesuai Surat Keputusan (SK) dan amanah pimpinan STKIP Tunas Papua. "Penerimaan mahasiswa baru kami buka dalam dua gelombang, yakni Gelombang I pada 1–30 April 2026 dan Gelombang II pada 1 Mei–12 Juni 2026. Seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran, tes wawancara, hingga pelaksanaan PKKMB telah selesai dilaksanakan," ujar Yonas.
Ia mengungkapkan, pada tahun akademik ini STKIP Tunas Papua menerima 160 mahasiswa baru untuk Angkatan II. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147 mahasiswa tercatat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan PKKMB.
Sementara itu, Ketua STKIP Tunas Papua, Dr. Tri Wahyuningsih, M.Pd., yang diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Eram Maling, S.Pd., M.Pd., menyambut hangat kehadiran mahasiswa baru. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PKKMB merupakan wahana awal untuk mengenalkan Tridharma Perguruan Tinggi, memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, menanamkan cinta tanah air, serta mengenalkan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
PKKMB diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan kampusnya. Mahasiswa tidak hanya dituntut berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata serta peningkatan kualitas diri demi perubahan kehidupan masyarakat," ungkapnya. Pihaknya menyoroti pentingnya masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa yang dewasa, mandiri, dan siap beradaptasi dengan budaya akademik. Kampus juga menjamin kegiatan PKKMB diselenggarakan secara aman dan nyaman, serta melarang keras segala bentuk perploncoan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa mahasiswa merupakan sumber daya manusia (SDM) berpotensi besar yang menentukan arah kemajuan bangsa. Mahasiswa STKIP Tunas Papua didorong untuk menjadi penggerak transformasi sosial dan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Kami mendorong mahasiswa untuk memiliki integritas, kreativitas, sikap adaptif, kolaboratif, serta kepedulian sosial yang tinggi. Di era perubahan dunia yang cepat ini, penguasaan literasi digital dan teknologi juga menjadi hal yang sangat penting, tegasnya. Ia juga mengimbau para mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri di kampus. Selain pembelajaran di kelas, mahasiswa memiliki ruang luas untuk berkiprah melalui organisasi kemahasiswaan, kewirausahaan, bidang olahraga dan seni, hingga pengabdian kepada masyarakat.
"Selama masa perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik maupun nonakademik, memperbanyak pengalaman, serta melakukan kolaborasi multidisiplin. PKKMB ini menjadi wahana penting untuk mengubah paradigma mahasiswa baru agar mampu menyusun langkahnya secara mandiri serta memberi manfaat nyata bagi Indonesia," pungkasnya.






